Minggu, 18 September 2011

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir


Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.


Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton : “Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!”

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : “Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?”

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. “Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.” Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan “ting!” setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung. Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, “Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?”

“Begini,” jawab wanita itu, “Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku”.

Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

“Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya”, demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut.
(Bits & Pieces, The Economics Press)



Follow Ya TWITTER

Jumat, 16 September 2011

OTAK KANAN VS OTAK KIRI


OTAK KANAN VS OTAK KIRI
Belakangan ini, banyak wacana di masyarakat yang membicarakan tentang kelebihan dan kekurangan otak kiri dan otak kanan. Banyak yang menganggap, kemampuan otak kananlah yang menentukan keberhasilan seseorang karena itu berhubungan dengan kreativitas. Tapi, benarkah demikian. Bagaimana pula sudut pandang medis menilik otak kanan dan otak kiri ini?
IQ
 
Berikut Dokter Syarifah mencoba menjawab tentang hal tersebut:
Q:Sebenarnya, otak kanan dan otak kiri beda utama dari segi fungsinya apa?
A: Otak kanan dan otak kiri (tepatnya hemisfer kanan dan hemisfer kiri) dapat bekerja secara independen dan memiliki kelebihan masing-masing (otak kiri: kemampuan analitik, verbal, logis, tata bahasa, dll; otak kanan: holistik, prosodik, intuisi, intonasi/aksentuasi dll). Tetapi, kedua hemisfer perlu bekerja sama untuk menghasilkan fungsi yang halus dan sempurna. Kerusakan hemisfer kiri (misalnya pada penderita stroke) dapat menyebabkan kelumpuhan motorik kanan dan gangguan fungsi-fungsi yang diatur oleh otak kiri
Q: Bagaimana peran masing-masing otak dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan anak kita?
A: Pertumbuhan dan perkembangan anak kita turut diatur oleh kedua hemisfer otak dan bagian-bagiannya. Bila anak belajar berjalan, maka korteks motorik di kedua belahan otaklah yang aktif menggerakkan kedua sisi tubuh anak. Pertumbuhan tinggi badan juga diatur oleh growth hormone yang diproduksi oleh bagian otak yang namanya kelenjar hipofisis.
Q: Benarkan satu sisi otak akan lebih menentukan bagaimana masa depan si kecil?
A: Untuk satu hal ini, saya bisa mengatakan bahwa masa depan si kecil tidak ditentukan oleh dominasi salah satu hemisfer. Banyak hal yang menentukan keberhasilan si kecil di masa depannya, jadi tidak hanya karena unsur pengaruh otak.
Q: Secara medis, bagaimana sebenarnya komposisi yang perlu diperhatikan orangtua untuk memaksimalkan fungsi otak ini?
A: Mengenali kecenderungan dominasi hemisfer dapat membantu orangtua menolong anak dalam proses belajar. Misalnya anak yang otak kanannya dominan, mungkin perlu bantuan untuk mata pelajaran yang lebih analitik misalnya matematika. Tetapi, tentu saja hal ini tidak begitu sederhana. Menjadi dokter tidak berarti memiliki masa depan yang pasti lebih baik daripada menjadi pelukis.  
Q: Berdasarkan penelitian medis, manakah sebenarnya yang perlu dimaksimalkan, otak kiri atau kanan, atau seimbang antara keduanya?
A: Penelitian medis tidak mengakui keunggulan salah satu hemisfer sehingga perlu mengaktifkan satu hemisfer lebih daripada yang lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan otak anak, berilah makanan dengan gizi seimbang dan berilah stimulasi yang cukup dan menarik. 
Q: Apa saran dokter untuk orangtua tentang kebutuhan perkembangan otak anak?
A: Otak adalah organ yang kompleks dan mengundang banyak spekulasi karena dianggap paling berperan dalam menentukan masa depan anak. Kompleksitas tersebut harus dipertimbangkan bila kita disodori sesuatu yang katanya 'dapat memperbaiki atau mengoptimalkan' kerja otak. Sehingga, kita tak hanya fokus pada salah satu hal saja, karena memang yang mempengaruhi perkembangannya ada banyak hal.

Folow me on twitter

Welcome to Change

Welcome to Change



Mulai hari ini, agency konvensional harus mengubah paradigmanya, termasuk dalam mengukur imbal balik hasil kreatif – misalnya iklan – yang telah dibuatnya. Perubahan radikal itu perlu dilakukan karena landsekap media kini telah berubah secara radikal pula. Kalau sampai tiga tahun lalu, televisi benar-benar menjadi andalan saluran komunikasi atau kontak point, kini pesaing baru bermunculan sehingga pemasar dan konsumen memiliki banyak pilihan. 



Beberapa fenomena menunjukkan bahwa media sosial yang makin dipelototi audience dan word of mouth makin menunjukkan kesaktiannya dalam menciptakan atau mendorong rasa keingintahuan publik. Anda punya akun tewitter? Saya berani bertaruh, kapanpun Anda terjaga – tengah malam sekalipun – Anda akan memelototi akun twitter Anda dan meresponnya bila ada sesiatu untuk Anda. 

Fenomena ini sejatinya terjadi pula saat mulai maraknya media konvensional seperti radio, televise, dan sebagainya. Kapanpun orang terjaga, radio, televisi atau media yang sekarang masuk dalam kelompok konvensional ditongkrongi bahkan bisa berjam-jam. Kini, media konvensional itu makin ditinggalkan dan tergantikan oleh media baru. Perubahan ini berimbas pada komunikasi perusahaan dengan target pasarnya 

Artinya, perubahan lanskap media menuntut agency harus memikirkan kembali penawaran mereka. Sebab, marketer membutuhkan agency agar bisa terus menerus atau selalu "berhubungan" dengan target pasarnya melalui berbagai macam saluran. Agency harus memahami bahwa merek harus "always on." Jika pada tengah malam misalnya, sesuatu terjadi dengan mereknya, dan tidak ada reaksi hingga pada pada pagi harinya, jangan dulu senang. Jangan-jangan target pasar cuek pada merek Anda. 
Dalam dua tahun terakhir, pertarungan antara gajah dan semut, antara agensi butik dan jaringan, meningkat. Makin luasnya landskap media juga melahirkan peluang-peluang baru sehingga memunculkan pemain-pemain baru (sebut juga agensi-agensi independen - butik) yang lepas sama sekali dari jaringan agensi yang ada. Sebuah generasi baru agen butik ini muncul dalam upaya untuk mendapatkan klien yang dilakukan dengan cara yang berbeda dengan yang dilakukan agensi-agensi sebelumnya. Sebagian dari mereka dipimpin oleh mantan eksekutif agensi yang percaya akan perlunya pendekatan baru yang mencerminkan pendekatan era digital. 

Ada diantara mereka yang hidup pada era konvensional dan kini migrasi ke lingkungan digital. Ada pula – yang karena sadar akan passionnya – menghire mereka penghuni era digital. Sebagian lagi juga dipimpin atau dimiliki oleh generasi yang baru muncul tapi memiliki kapabilitas dan kapasitas era digital namun tidak memiliki pengalaman yang panjang dalam komunikasi pemasaran.


 

Gagasan tentang teori agensi menyebutkan bahwa agency yang disewa dan dikompensasi oleh pemilik atau pengelola merek untuk mencapai hasil yang mereka inginkan. Banyak agensi yang menghasilkan sesuatu yang tidak berwujud. Akibatnya, klien menyimpan informasi yang tidak sempurna yang digunakan untuk mengevaluasi keahlian agensi mereka. Dalam hal ini, agensi mungkin tergoda untuk melebih-lebihkan dan memberi janji. Hal ini dapat mengakibatkan klien memilih agen yang salah. Disinilah perlunya agen untuk menciptakan kesan bahwa mereka dapat diandalkan untuk menangani merek mereka.

Era digital telah mendorong pemasar untuk lebih tertarik pada agensi yang bersedia memberikan layanan penuh, terutama dalam menyediakan berbagai macam kontak point atau saluran komunikasi. Ini karena mereka percaya bahwa pesaing mereka kini telah banyak yang bermain di lebih dari satu atau beberapa kontak point. Sehingga bila mereka hanya bermain di hanya satu atau beberapa kontak poin akan membuat mereka tertinggal atau bahkan merampas merek menancap di benak konsumen dan digantikan merek lain.

Para pemilik dan pengelola merek percaya bahwa mereka yang menyediakan one-stop shopping memiliki keahlian untuk menempatkan ide kreatifnya ke dalam saluran yang paling relevan. Mereka kini serius memberikan layanan penuh karena khawatir ditinggalkan kliennnya. Sebab agensi lain telah melakukan itu sehingga secara kualitas akan membedakan agensi satu dengan agensi lainnya. 

Persepsi yang muncul belakangan ini adalah bahwa pemasar tidak hanya membutuhkan agensi untuk melaksanakan strategi mereka secara terus menerus. Mereka juga ingin mendapatkan layanan penuh dari jaringan agensi untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan pemilik merek. Dalam hal ini, sebuah jaringan agensi dapat menawarkan posisi yang kuat, dibandingkan dengan agensi butik yang mungkin tidak memiliki infrastruktur untuk mendukungnya.

Munculnya teknologi baru memungkinkan jaringan agensi menampilkan karakter "boutiqueness" dalam skala yang besar. Dengan dukungan teknologi dan metodologi riset konsumen yang kuat misalnya, mereka mampu membuat profil konsumen target secara lebih detail sehingga mempermudah eksekusi strategi yang telah disusun bersama principal.

Jaringan Interpublic Kelompok mengklaim bahwa teknologi baru ini adalah membantu untuk menjadi lebih "butik". McCann Worldgroup, yang merupakan bagian dari jaringan ini, telah mengembangkan "jaringan netral" online yang menawarkan profil mendalam dari bakat dan keterampilan 20.000 anggota staf globalnya. Ini salah satu keunggulan lain dari jaringan agensi dibandingkan agensi butik.

Tapi agensi butik bukan berarti bakal mati. Mereka masih memiliki peran untuk bermain. Paling tidak ini ditunjukkan oleh penilitian GyroHSR. Tahun lalu, GyroHSR melakukan Lembaga tradisional perlu berubah sebagai hasilnya, menurut sebuah studi oleh GyroHSR wawancara mendalam dengan 50 pemasar top dunia dan melakukan survey pada 250 pemasar tentang efektivitas agensi. Hasilnya memberi gambaran cerah bahwa meskipun jaringan menawarkan efisiensi dan pengukurannya, 56% dalam responden penelitian mengatakan agensi butik nampaknya yang paling memberikan respon paling baik terhadap keinginan klien perubahan perubahan pasar.

Namun, apapun model persaingan yang terjadi, agensi menawarkan pemilik dan pengelola merek solusi terbaiknya. Baik agensi butik maupun agensi jaringan berjuang memberikan pengelola merek untuk bekerja lebih baik dan efisien. Pilihannya adalah apa manfaat yang diperoleh oleh masing-masing principal dan tidak didikte oleh ukuran dan harga. Apapun bentuk agensinya, yang pertama dilakukan adalah berpikir tentang konsumen target dan merek, kemudian tentang siapa yang mengekskusi ide besar melalui beragam saluran.